Tiada kata seindah mengucap namamu, tapi tak seindah saat ku
mengenang wajahmu.
Beberapa bulan lalu........
“Dan, apa maksud semua ini?”, tanya santi dengan menahan
tangis. Saat itu santi dan dani merupakan sepasang sejoli yang masih duduk di
bangku SMA. Mereka mulai berpacaran saat masih di SMP. Tapi akhir-akhir ini
hubungan mereka mulai memanas karena isu dari bebrapa teman bahwa dani memiliki
pacar lain.
“gak tau lah, kenapa sih kamu percaya sama omongan mereka.
Yang penting aku sayang kamu, san!”bela dani di hadapan santi.
Yah, dani
memang terkenal cwok yang pandai merayu dan mengombal. Santi pun tak pikir
panjang dan mulai melupakan kejadian itu.
Saat itu ada perayaan dies natalis sekolah mereka.
Rani, nama cwek yang di kabarkan dekat dengan dani. Dia
sedang ngobrol bersama teman-temanya. Tak di duga santi lewat di depan mereka
dan mendengar percakapan rani dan temanya.
“ eh, kemarin dani jalan sama aku lho, so sweet pokoknya”,
rani mulai bercerita.
“loh, beneran?? Wah,, asik tu. Traktiran niihh....”, gurau
teman-teman rani.
“ah, belum jadian kelesss,, masih ehem, pedekate......” bela
rani.
Santi yang mendengar hal itu mulai berlari, hanya satu yang
di ingat dia saat itu. Ya, teman sekaligus sahabatnya, sherin. Padahal mereka
baru mengenal satu sama lain, tapi entah mengapa mereka seperti sudah mengenal
lama. Mereka tak enggan menceritakan semua keluh kesahnya satu sama lain. Tidak
terkecuali urusan cowok.
Santi mulai menceritakan semuanya ke sherin.
“kamu jangan percaya omongan mereka dulu ya san, mungkin
hanya rani aja yang ge-er. Tanyakan baik-baik ke dani dulu ya,” sherin mulai
menenangkan santi.
“iya sher, besok aku tanyakan ke dani”
Hari itu adalah hari dimana
santi minta kejelasan tentang rani ke dani.
“dan, aku gak mau lagi kamu berbohong lebih banyak ke aku,,,
“ tanya santi sambil tergopoh-gopoh mengejar dani, memang bisa di bilang dani
pawakan yang tinggi, beda dengan santi yang pas-pas an ukuran cwek.
Dani tak menjawab, dia hanya melenggang pergi tanpa mau
menoleh ke santi. Air mata tak bisa di bendung lagi di pelupuk mata santi,
“dani,,,,,!!!” teriak santi.
Tak di sangka dani yang berjalan tanpa menoleh tersebut
langsung berhenti, entah apa yang sedang di pikirkanya.
Santi pun tak tinggal diam, dia langsung mencengkram
pergelangan tangan dani untuk mendengar penjelasan yang telah ia tunggu.
Tapi yang dia dapatkan hanyalah ucapan yang tak ingin dia
dengar,
“sudahlah san,” ucap dani lalu melenggang pergi.
Tanpa santi sadari, dia langsung mengusap air matanya dan
berteriak ke dani,
“ oke dan, cukup sampai disini. Kita putus!” tanpa menoleh dani berlalu pergi.
Langit seperti dapat merasakan apa yang santi rasakan,
rintik air yang mulai turun bersamaan dengan menetesnya air mata santi yang
dari tadi sudah tidak bisa di bendung.
Kejadian itu seperi baru kemarin terjadi. Setiap detik yang
terjadi masih hangat terkenang di memori santi. Entah kenapa santi begitu sulit
melupakanya.
Cinta,,,
Ya, kata sederhana yang dapat merubah segalanya,
Bahkan Tuhan menciptakan makhlukNya atas rasa
cinta dan kasih sayang
Tiada kata seindah desah ucapan cinta
Tiada makna seindah arti cinta
Karena cinta, kita ada
By: Eni Masrokhatin