Minggu, 15 November 2015

Cintaku Tidak Untuk Diperjuangkan

Cinta,
Kadang... sebagian orang harus sanggup merelakan cintanya menguap begitu saja,
“Memberi tanpa berharap pamrih”,  peribahasa itu mungkin sanggup untuk mewakili apa yang saat ini terjadi,,
Namanya Ratna, dia salah satu mahasisiwi di salah satu universitas negeri. Hari-harinya berjalan seperti biasa, tapi sejak saat itu semuanya berubah.  Entah magnet apa yang membawa ratna untuk tidak melalui hari-harinya yang bisa di bilang begitu-begitu saja.
**
Penerimaan mahasiswa baru sudah dimulai. Begitupun ratna yang notabennya baru saja lulus dari sekolah menengah atas. Dia diterima di sebuah universitas negeri di kotanya.  
                Hari itu merupakan pertama kalinya dia kuliah, dan bertepatan pula dengan pembagian kelompok untuk ospek fakultas. Hal yang tidak pernah dia bayangkan dan tak pernah terfikirkan baginya yaitu berkelompok dengan seseorang yang entah kenapa setiap dekat dengannya ada desiran halus di dadanya.
                Tugas ospek yang bejibun tidak terasa saat semuanya di kerjakan bersamanya. Angga namanya, entah apa yang membuat ratna begitu terpesona dengannya. Perhatian demi perhatian mulai muncul di antara mereka. Telefon, sms, dan sendau gurau merupaka hal biasa.
Malam itu tugas menggunung, ratna bertemu dani di jalan saat akan pulang
“dan, ngapain disini?” tegur ratna,
“beli makan sayang, kamu dari mana?” jawab angga. Deg, sayang..... yah, sejak saat itu panggilan itu mulai  muncul di antara mereka. Tak ada keraguan saat mengucapkanya.
Tapi malam itu, semuanya hilang sudah.
Tak ada basa basi sekedar telepon bahkan sms. Ratna mendengar dari angga bahwa dia menyukai seorang cwek dan sialnya cwek itu satu kelompok dengan mereka. Semuanya terasa runtuh bagi ratna, harapan dan angan-anganya.
Cukup sampai disini,
Mungkin ini bukan cinta, ini hanya sekedar kagum
Aku rela tanpanya
Karena aku tahu,

Dia lebih bahagia bila tanpaku

-Eni masrokhatin-

Kamu di Doa-ku

Kamu di Doa-ku
Sebatas memandang dalam helaan napas
Sebatas tersenyum dalam hitungan detik
Sebatas kata yang tak butuh alasan
Dan semua hanya sekejap
Ya.... kita bertemu memang bukan untuk merangkai cerita
Hanya seperlunya saja, dan itulah yang terbaik buat kita
Namun kau tetap tak ku lupa
Selalu kusebut tanpa lelah dalam doa
Selalu kurindu dalam diam yang terjaga

Untuk kamu dalam doaku
Tetaplah di jalanNya dan teguhkan hatimu
Aku percaya bahwa engkau adalah lelaki sholeh yang istiqomah kepadaNya
Diamku bukan berarti aku benci
Diammu juga bukan berarti karena meragu
Aku tahu bahwa kita sedang berusaha meraih ridho Ilahi
Untukmu yang jauh disana
Untukmu yang belum berubah
Untukmu yang selalu ingin taat kepadaNya
Engkau tak akan ku lepas dari doa
Biarlah jarak dan waktu kita berbeda
Biarlah senyum kita tak lagi saling menyapa
Asalkan kita tetap satu dalam doa
Kujaga kau dalam diamku
Kujaga kau dalam rindu yang kutitipkan kepadaNya

Untukmu yang masih jadi rahasiaNya
Untukmu yang tak akan ku lepas dari doa
Jagalah hatimu disana
Lanjutkan semua cita-cita
Raihlah impianmu untuk bela agamaNya
Bersabarlah karena kau pasti bisa melaluinya
Biarlah aku disini dalam diamku
Biarlah aku juga melanjutkan impianku
Biarlah aku terjaga dalam dalam doaku untukmu
Karena aku percaya jika Dia sudah berkehendak
Kita pasti akan bertemu
Jika takdirNya sudah berkata keluargamu pasti akan bertamu
Dan jika memang akulah tulang rusukmu kau pasti akan menemuiku bersama waliku di depan penghulu




Cinta Cukup Sampai Di Sini

Tiada kata seindah mengucap namamu, tapi tak seindah saat ku mengenang wajahmu.
Beberapa bulan lalu........
“Dan, apa maksud semua ini?”, tanya santi dengan menahan tangis. Saat itu santi dan dani merupakan sepasang sejoli yang masih duduk di bangku SMA. Mereka mulai berpacaran saat masih di SMP. Tapi akhir-akhir ini hubungan mereka mulai memanas karena isu dari bebrapa teman bahwa dani memiliki pacar lain.
“gak tau lah, kenapa sih kamu percaya sama omongan mereka. Yang penting aku sayang kamu, san!”bela dani di hadapan santi.
          Yah, dani memang terkenal cwok yang pandai merayu dan mengombal. Santi pun tak pikir panjang dan mulai melupakan kejadian itu.
Saat itu ada perayaan dies natalis sekolah mereka.
Rani, nama cwek yang di kabarkan dekat dengan dani. Dia sedang ngobrol bersama teman-temanya. Tak di duga santi lewat di depan mereka dan mendengar percakapan rani dan temanya.
“ eh, kemarin dani jalan sama aku lho, so sweet pokoknya”, rani mulai bercerita.
“loh, beneran?? Wah,, asik tu. Traktiran niihh....”, gurau teman-teman rani.
“ah, belum jadian kelesss,, masih ehem, pedekate......” bela rani.
Santi yang mendengar hal itu mulai berlari, hanya satu yang di ingat dia saat itu. Ya, teman sekaligus sahabatnya, sherin. Padahal mereka baru mengenal satu sama lain, tapi entah mengapa mereka seperti sudah mengenal lama. Mereka tak enggan menceritakan semua keluh kesahnya satu sama lain. Tidak terkecuali urusan cowok.
Santi mulai menceritakan semuanya ke sherin.
“kamu jangan percaya omongan mereka dulu ya san, mungkin hanya rani aja yang ge-er. Tanyakan baik-baik ke dani dulu ya,” sherin mulai menenangkan santi.
“iya sher, besok aku tanyakan ke dani”
Hari itu adalah hari dimana santi minta kejelasan tentang rani ke dani.
“dan, aku gak mau lagi kamu berbohong lebih banyak ke aku,,, “ tanya santi sambil tergopoh-gopoh mengejar dani, memang bisa di bilang dani pawakan yang tinggi, beda dengan santi yang pas-pas an ukuran cwek.
Dani tak menjawab, dia hanya melenggang pergi tanpa mau menoleh ke santi. Air mata tak bisa di bendung lagi di pelupuk mata santi,
“dani,,,,,!!!” teriak santi.
Tak di sangka dani yang berjalan tanpa menoleh tersebut langsung berhenti, entah apa yang sedang di pikirkanya.
Santi pun tak tinggal diam, dia langsung mencengkram pergelangan tangan dani untuk mendengar penjelasan yang telah ia tunggu.
Tapi yang dia dapatkan hanyalah ucapan yang tak ingin dia dengar,
“sudahlah san,” ucap dani lalu melenggang pergi.
Tanpa santi sadari, dia langsung mengusap air matanya dan berteriak ke dani,
“ oke dan, cukup sampai disini. Kita putus!” tanpa menoleh dani berlalu pergi.
Langit seperti dapat merasakan apa yang santi rasakan, rintik air yang mulai turun bersamaan dengan menetesnya air mata santi yang dari tadi sudah tidak bisa di bendung.


Kejadian itu seperi baru kemarin terjadi. Setiap detik yang terjadi masih hangat terkenang di memori santi. Entah kenapa santi begitu sulit melupakanya.
Cinta,,,
Ya, kata sederhana yang dapat merubah segalanya,
Bahkan Tuhan menciptakan makhlukNya atas rasa cinta dan kasih sayang
Tiada kata seindah desah ucapan cinta
Tiada makna seindah arti cinta
Karena cinta, kita ada

By: Eni Masrokhatin





Untuk Kamu Dalam Doaku

Untuk kamu dalam doaku
Tetaplah di jalan-Nya dan teguhkan hatimu
Aku percaya bahwa engkau adalah lelaki sholeh yang ingin istiqomah kepadaNya
Diamku bukan berarti aku benci
Diammu juga bukan berarti meragu
Aku tahu bahwa kita sedang berusaha meraih ridho llahi

Untukmu yang jauh disana
Untukmu yang belum berubah
Untukmu yang ingin selalu taat kepadaNya
Engkau tak akan kulepas dari doa
Biarlah jarak dan waktu kita berbeda
Biarlah senyum kita tak lagi saling menyapa
Asalkan kita tetap satu dalam doa
Kujaga engkau dalam diamku
Kujaga kau dalam rindu yang kutitipkan padanNya

Untukmu yang masih jadi rahasiaNya
Untukmu yang tak akan kulepas dari doa
Jagalah hatimu disana
Lanjutkan semua cita-cita
Raihlah impianmu untuk bela agamaNya
Bersabarlah karena kau pasti bisa melaluinya
Biarlah aku tetap disini dalam diamku
Biarlah aku juga melanjutkan impianku
Biarlah aku terjaga dalam dalam doa untukmu
Karena aku percaya jika Dia sudah berkehendak kita pasti akan bertemu
Jika takdirNya sudah berkata keluargamu pasti akan bertamu
Dan jika memang akulah tulang rusukmu
Kau pasti akan menemuku bersama waliku di depan penghulu
Aamiin