Minggu, 15 November 2015

Cinta Cukup Sampai Di Sini

Tiada kata seindah mengucap namamu, tapi tak seindah saat ku mengenang wajahmu.
Beberapa bulan lalu........
“Dan, apa maksud semua ini?”, tanya santi dengan menahan tangis. Saat itu santi dan dani merupakan sepasang sejoli yang masih duduk di bangku SMA. Mereka mulai berpacaran saat masih di SMP. Tapi akhir-akhir ini hubungan mereka mulai memanas karena isu dari bebrapa teman bahwa dani memiliki pacar lain.
“gak tau lah, kenapa sih kamu percaya sama omongan mereka. Yang penting aku sayang kamu, san!”bela dani di hadapan santi.
          Yah, dani memang terkenal cwok yang pandai merayu dan mengombal. Santi pun tak pikir panjang dan mulai melupakan kejadian itu.
Saat itu ada perayaan dies natalis sekolah mereka.
Rani, nama cwek yang di kabarkan dekat dengan dani. Dia sedang ngobrol bersama teman-temanya. Tak di duga santi lewat di depan mereka dan mendengar percakapan rani dan temanya.
“ eh, kemarin dani jalan sama aku lho, so sweet pokoknya”, rani mulai bercerita.
“loh, beneran?? Wah,, asik tu. Traktiran niihh....”, gurau teman-teman rani.
“ah, belum jadian kelesss,, masih ehem, pedekate......” bela rani.
Santi yang mendengar hal itu mulai berlari, hanya satu yang di ingat dia saat itu. Ya, teman sekaligus sahabatnya, sherin. Padahal mereka baru mengenal satu sama lain, tapi entah mengapa mereka seperti sudah mengenal lama. Mereka tak enggan menceritakan semua keluh kesahnya satu sama lain. Tidak terkecuali urusan cowok.
Santi mulai menceritakan semuanya ke sherin.
“kamu jangan percaya omongan mereka dulu ya san, mungkin hanya rani aja yang ge-er. Tanyakan baik-baik ke dani dulu ya,” sherin mulai menenangkan santi.
“iya sher, besok aku tanyakan ke dani”
Hari itu adalah hari dimana santi minta kejelasan tentang rani ke dani.
“dan, aku gak mau lagi kamu berbohong lebih banyak ke aku,,, “ tanya santi sambil tergopoh-gopoh mengejar dani, memang bisa di bilang dani pawakan yang tinggi, beda dengan santi yang pas-pas an ukuran cwek.
Dani tak menjawab, dia hanya melenggang pergi tanpa mau menoleh ke santi. Air mata tak bisa di bendung lagi di pelupuk mata santi,
“dani,,,,,!!!” teriak santi.
Tak di sangka dani yang berjalan tanpa menoleh tersebut langsung berhenti, entah apa yang sedang di pikirkanya.
Santi pun tak tinggal diam, dia langsung mencengkram pergelangan tangan dani untuk mendengar penjelasan yang telah ia tunggu.
Tapi yang dia dapatkan hanyalah ucapan yang tak ingin dia dengar,
“sudahlah san,” ucap dani lalu melenggang pergi.
Tanpa santi sadari, dia langsung mengusap air matanya dan berteriak ke dani,
“ oke dan, cukup sampai disini. Kita putus!” tanpa menoleh dani berlalu pergi.
Langit seperti dapat merasakan apa yang santi rasakan, rintik air yang mulai turun bersamaan dengan menetesnya air mata santi yang dari tadi sudah tidak bisa di bendung.


Kejadian itu seperi baru kemarin terjadi. Setiap detik yang terjadi masih hangat terkenang di memori santi. Entah kenapa santi begitu sulit melupakanya.
Cinta,,,
Ya, kata sederhana yang dapat merubah segalanya,
Bahkan Tuhan menciptakan makhlukNya atas rasa cinta dan kasih sayang
Tiada kata seindah desah ucapan cinta
Tiada makna seindah arti cinta
Karena cinta, kita ada

By: Eni Masrokhatin





Tidak ada komentar:

Posting Komentar