Cinta,
Kadang... sebagian orang harus sanggup merelakan cintanya menguap
begitu saja,
“Memberi tanpa berharap pamrih”,
peribahasa itu mungkin sanggup untuk mewakili apa yang saat ini
terjadi,,
Namanya Ratna, dia salah satu mahasisiwi
di salah satu universitas negeri. Hari-harinya berjalan seperti biasa, tapi
sejak saat itu semuanya berubah. Entah
magnet apa yang membawa ratna untuk tidak melalui hari-harinya yang bisa di
bilang begitu-begitu saja.
**
Penerimaan mahasiswa baru sudah dimulai. Begitupun ratna yang
notabennya baru saja lulus dari sekolah menengah atas. Dia diterima di sebuah
universitas negeri di kotanya.
Hari itu
merupakan pertama kalinya dia kuliah, dan bertepatan pula dengan pembagian
kelompok untuk ospek fakultas. Hal yang tidak pernah dia bayangkan dan tak
pernah terfikirkan baginya yaitu berkelompok dengan seseorang yang entah kenapa
setiap dekat dengannya ada desiran halus di dadanya.
Tugas ospek yang
bejibun tidak terasa saat semuanya di kerjakan bersamanya. Angga namanya, entah
apa yang membuat ratna begitu terpesona dengannya. Perhatian demi perhatian
mulai muncul di antara mereka. Telefon, sms, dan sendau gurau merupaka hal
biasa.
Malam itu tugas menggunung, ratna bertemu dani di jalan saat akan
pulang
“dan, ngapain disini?” tegur ratna,
“beli makan sayang, kamu dari mana?” jawab angga. Deg, sayang.....
yah, sejak saat itu panggilan itu mulai
muncul di antara mereka. Tak ada keraguan saat mengucapkanya.
Tapi malam itu, semuanya hilang sudah.
Tak ada basa basi sekedar telepon bahkan sms. Ratna mendengar dari
angga bahwa dia menyukai seorang cwek dan sialnya cwek itu satu kelompok dengan
mereka. Semuanya terasa runtuh bagi ratna, harapan dan angan-anganya.
Cukup sampai disini,
Mungkin ini bukan cinta, ini hanya sekedar kagum
Aku rela tanpanya
Karena aku tahu,
Dia lebih bahagia bila tanpaku
-Eni masrokhatin-
